31 Desember 2012

PEDOMAN UMUM PENERJEMAHAN ARAB - INDONESIA

Oleh:  Taufikurrahman, M.Pd.I

1.        Apakah terjemah itu ?
Seiring kemajuan dan perkembangan teknologi yang mengahruskan manusia untuk menjalin komunikasi dengan berbagai suku bangsa, maka aspek kebahasaan memegang peranan yang sangat penting. Bahasa sebagai alat komunikasi, baik verbal maupun non verbal, dapat membantu dalam menentukan terlaksananya proses komunikasi dengan baik.
Kemajumekan bahasa yang ada di dunia mengharuskan adanya proses transformasi atau pengalihan antar satu bahasa dengan bahasa yang lain, sehingga setiap suku bangsa dapat menerima dan memahami berbagai informasi yang disampaikan dengan bahasa yang berbeda. Proses semacam inilah yang lazim disebut sebagai terjemah.
Secara bahasa Kata Tejemah berasal dari bahasa Arab ترجم – يترجم – ترجمة  yang berarti menjelaskan dan menafsirkan (بيّن وفسّر ).  Sedangkan definisi terjemah secara terminologi dapat diartikan sebagai proses pemindahan atau penyalinan ide , gagasan, pesan atau informasi dari satu bahasa atau bahasa sumber (Source Language/ SL) ke dalam bahasa lain atau bahasa sasaran (Target Language/ TL)[2].
Lebih rinci lagi, istilah terjemah memiliki empat makna yang berbeda. Pertama, terjemah berarti proses penyampaian informasi pada orang yang belum menerimanya. Kedua, penjelasan atau penafsiran informasi atau ucapan dengan bahasa yang sama dengan bahasa sumber (SL). Ketiga, penjelasan atau penafsiran dengan bahasa yang berbeda dari bahasa sumber (SL),dan. Keempat, terjemah berarti proses transformasi atau pemindahan dari satu bahasa (SL) ke bahasa lain (TL). Makna terjemah yang keempat inilah yang sering dipakai oleh para penulis dan penterjemah.
2.                  Macam-macam terjemah
Secara garis besar, terjemah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu terjemah harfiah (tekstual) dan terjemah maknawiyah (kontekstual).
a.       Terjemah harfiah atau sering disebut terjemah setia ialah penerjemahan dengan menyalin bahasa sumber  (SL) kata demi kata secara linier kedalam bahasa sasaran (TL) dengan tetap mempertahankan struktur kalimat bahasa sumber  (SL) secara utuh dan tanpa memperhatikan struktur bahasa target (TL). Terjemah semacam ini dianggap sebagai bentuk terjemahan yang paling buruk.
Bentuk terjemahan semacam ini banyak digunakan di berbagai pondok-pesantren salaf yang ada di Indonesia, khususnya dalam menerjemahkan kitab kuning ke dalam bahasa daerah setempat, dengan menggunakan metode sasa` atau metode utawi iku iku.
Berikut contoh terjemah harfiah yang diambil dari teks kitab tafsir Fath al-qorib:
والشرط لغة العلامة وشرعا ما تتوقف صحة الصلاة عليه وليس جزأ منها
Jika teks ini diterjemahkan secara harfiah maka akan menjadi sebagai berikut:
Dan Syarat dalam bahasa yaitu alamat, dan dalam syara` yaitu sesuatu yang behenti sahnya shalat kepadanya dan bukan syarat itu bagian dari shalat.

b.      Terjemah Maknawiyah (kontekstual), merupakan penerjemahan yang lebih mementingkan isi atau makna teks bahasa sumber (SL), kemudian berusaha menyuguhkan dalam gaya bahasa dan struktur kalimat yang sesuai dengan bahasa sasaran (TL).
Perhatikan contoh berikut:
  والشرط لغة العلامة وشرعا ما تتوقف صحة الصلاة عليه وليس جزأ منها

Kata “syarat” secara etimologi berarti tanda, sedangkan definisi  syarat dalam shalat secara terminoligi adalah sesuatu yang dapat menentukan sah atau tidaknya shalat, dan ia tidak termasuk dalam rangkian shalat.
لكل عصر من العصور ملامحه المميزة
Diterjemahkan :  Setiap masa memiliki cir-ciri  yang khas
          Bukan             :  bagi setiap satu masa dari beberapa masa ciri-ciri yang berbeda
           Di samping dua bentuk terjemah di atas, masih ada lagi beberapa bentuk terjemahan lain yang merupakan pengembangan dari bentuk terjemah yang sudah ada.
3.             Langkah-langkah dalam menterjemah
Ada beberap cara yang harus dilakukan dalam proses penerjemahan, yaitu:
a.       Membaca teks yang akan diterjemahkan terlebih dahulu secara umum sebelum menterjemahkannya. Hal ini dimaksudkan untuk menangkap ide atau gagasan umum yang termuat di dalamnya.
b.      Membaca teks pragraf demi pragraf secara seksama, serta memberi tanda pada beberapa kata atau istilah yang mungkin belum diketahui padanannya dalam bahasa target (TL).
c.       Mempersiapkan kamus atau ensiklopedi terlebih dahulu untuk mempermudah proses terjemah.
d.      Melakukan proses terjemah dengan tetap memperhatikan keakuratan dalam pemilihan kata (diksi), idiom, tanda baca, gaya bahasa dan struktur kalimat dari kedua bahasa (SL dan TL).
e.        Membaca kembali hasil terjemahan yang sudah selesai untuk melakukan koreksi terhadap beberapa kesalahan yang mungkin terjadi. Dalam hal ini, sebaiknya penerjemah membiarkan terlebih dahulu hasil terjemahannya dalam beberapa hari, setelah itu baru ia membacanya kembali.
f.         Melakukan revisi-revisi terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan, dan
g.      Pembacaan akhir, untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi kesalahan-kesalahan, baik gramatikal, gaya bahasa,pemilihan kata maupun kesalahan ketik, dan sebagainya.
4.      Petunjuk terjemah teks arab ke Indonesia
a.      Jumlah fi`liyah
Dalam bahasa Arab banyak digunakan jumlah fi`liyah, dan untuk menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia maka padanan yang tepat adalah jumlah ismiyah. Contoh:
  يبيع الفلاح الخضر 
  (petani menjual sayuran), bukan: menjual petani sayuran
يزور المحافظ معهد مفتاح العلوم الإسلامي السلفي
(Gubernur mengunjungi PPS.Miftahul Ulum).
bukan: Mengunjungi Gubernur PPS.Miftahul Ulum
b.      Fi`il Mabni Ma`lum
Fi`il mabni ma`lum (kata aktif) dalam bahasa Arab terkadang padanannya dalam bahasa Indonesia berbentuk majhul / pasif. Contoh:
هذا اكتاب ألفه الدكتور محمد
(Kitab ini dikarang oleh Dr.Muhammad)
Bukan : kitab ini mengarangnya Dr.Muhammad
الذين أصابهم المصيبة
(orang-orang yang ditimpa musibah)
Bukan: orang-orang yang musibah menimpa mereka
c.       Beberapa Huruf jir, terutama yang tambahan tidak perlu diartikan, contoh:
القرأة نوع من أنواع المهارات اللغوية
(Membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa)
Bukan: membaca adalah satu macam dari beberapa macam  …..
العوامل التي أدت إلى ظهور نظام دستوري معيّن
(Faktor-faktor yang mengakibatkan lahirnya sistem hukum tertentu)
Bukan: faktor-faktor yang membawa kepada lahirnya …..
d.      Hurufو  diawal, ف   dan ثم  sebagai `ataf sebaiknya tidak diterjemahkan. Contoh:
ولما فرغ أبو بكر وعمر من كلامهما
(Setelah Abu Bakar dan Umar selesai bicara)
Bukan: dan setelah Abu Bakar dan Umar selesai dari bicaranya
وأخيرا فإني قد بذلت قصارى جهدي
(Ahirnya, saya telah mengerahkan seluruh upaya )
Bukan: dan akhirnya maka saya telah mengerahkan seluruh upaya
e.       Dhomir (kata ganti) yang berulang-ulang tidak diterjemahkan seluruhnya. Contoh:
فقد قرأ الآدب الغربية وعرف مذاهبها وأساليبها الفنية
(Ia telah membaca sastra barat, mengenal aliran-aliran dan gaya sastranya). Bukan: mengenal aliran-alirannya dan gaya sastranya.
f.        Kana dan saudaranya terkadang harus tidak diartikan. Contoh:
وهذه اللغة تجب أن تكون جميلة (Bahasa tersebut haruslah indah)
Bukan: Bahasa ini wajib ada indah
g.      Huruf jir عن  yang berfungsi sebagai ta`diyah tidak perlu diterjemahkan. Contoh:
أعلن المدير عن حاجته إلى موظف  (Direktur menyatakan butuh pegawai)
رغب الإسلام عن النفاق  (Islam membenci kemunafikan)
h.      Pertemuan Isim mausul (الذي، من، ما)  dengan huruf jar مِنْ  yang berfungsi bayaniah diterjemahkan seolah-olah tidak ada isim mausulnya kemudian meoncat pada kata sesudah من   dan kembali lagi kepada kata sesudah isim mausul. Contoh:
القرأن وما فيه من كلمات أجنبية (Al-qur`an dan kata-kata asing di dalamnya)
Bukan: Alqur`an dan hal-hal yang ada di dalamnya itu dari kata-kata asing.
فانكحوا ما طاب لكم من النسآء  (Nikahilah wanita-wanita yang baik bagimu)
Bukan: nikahilah sesuatu yang baik bagimu dari perempuan-perempuan
i.        أن  yang berfungsi masdariyah diterjemahkan seperti masdarnya. Contoh:
يريد أحمد أن يستقبل ضيفه في المطار  (Ahmad hendak menjemput tamunya di bandara). 
j.        إنْ  sebagai huruf syarat diterjemahkan apabila. Contoh:
إن تعمل تنل أجرا  (apabila anda bekerja anda dapat ganjaran). Sedangkan إن  zaidah (tambahan) tidak diterjemah, seperti: ما إن سمعتُ شيئا مما قلتَ (saya tidak mendengar sesuatu yang engkau katakan)

Di samping beberapa contoh teknik penerjemahan di atas, berikut juga disertakan contoh penerjemahan kata-kata arab yang sering ditemui dalam karya ilmiah modern.
× (إنّ) فى أول الجملة، المثال:
1.   إنّ التفكير فى النهضة العربية ليس تفكيرا أيديولوجيا مرتكزا على مبادئ أيديولوجية معينة
Diterjemahkanà Pemikiran tentang kebangkitan Arab (sungguh) bukanlah merupakan pemikiran ideologis yang berpusat pada prinsip-prinsip (doktrin-doktrin) ideology tertentu.
2.   إنّ هناك ترابط بين المصالح الداخلية والسلوك الخارجى للدولة
Diterjemahkanà Terdapat kaitan antara kepentingan-kepentingan dalam negeri suatu Negara dengan langkah (politik) luar negerinya.
× (إلاّأنّ – إلاأنّه)، المثال:
1. إن جذور الغرب تمتد فى أرض الشرق سواء على تاريخه المدني أو تاريخه الديني، إلا أن ظهور الاسلام وتوسعه فى القرن السابع أدى الى عداوة سياسية وعداوة دينية بين الشرق والغرب
Diterjemahkanà  Akar-akar Barat menancap di dunia Timur, baik sejarah peradapan maupun keagamaannya. Hanya saja kedatangan dan ekspansi Islam pada abad ke-7 mendorong terciptanya rivalitas politik maupun keagamaan antara keduanya.
2. إن تاريخ علاقة الغرب مع الشرق يمثل فى معظمه علاقة غير متكافنة تبادل فيها الشرق والغرب موقعي القوة والضعف، التقدم والتخلف إلا أنه فى الوقت ذاته يخضع هذه العلاقة التاريخية لقراءة منهجية وتحليل علمي
Diterjemahkanà Sebagian besar lembaran sejarah hubungan Barat dan Timur mencerminkan suatu hubungan yang tidak berimbang, di mana Timur dan Barat (selalu) bergantian antara posisi kejayaan dan kelemahan, antara kemajuan dan keterbelakangan. Namun pada waktu yang sama (pembacaan) hubungan sejarah ini sesungguhnya tunduk kepada suatu metodologi pemahaman dan analisis ilmiah.
3.   هذا صحيح إلا أنه ليس سببا كافيا
Diterjemahkanà  Itu benar, namun bukan merupakan alas an yang memadai
× (العطف والضمير)، المثال:
1.   قسم اللغة العربية وأدبها
Diterjemahkanà  Jurusan Bahasa Dan Sastra.
(Bukan: Jurusan Bahasa Arab dan Sastranya.)
2.   إن قضية صراع الحضارات أو حوارها هى احدى القضايا السياسية التى تشغل العالم
Diterjemahkanà Problematika pertarungan atau dialog antar peradaban merupakan salah satu persoalan politik yang menyita perhatian dunia.
(Bukan: Pertarungan antar peradaban dan dialog-dialognya merupakan salah satu persoalan yang menyita perhatian dunia.)
3.   إن التقدم فى التعاون الدولى وتنسيقها سيسهم فى ترقية ما يسميه الانسجام الكونى
Diterjemahkanà Kemajuan Kerjasama dan keselarasan (Negara-negara) di dunia akan memberikan kotribusi bagi penigkatan apa yang di sebut dengan 'global harmony'.
(Bukan: Kerjasama Negara-negara dunia dan keselarasannya akan memberikan kontibusi bagi peningkatan apa yang disebut dengan 'global harmony'.)
4.   يكون فى هذا الكتاب دعوة للقارنين الى صحة أفراد المجتمع وسعادتهم
Diterjemahkanà Dalam kitab ini terdapat seruan untuk (memelihara) kesehatan dan kebahagiaan setiap individu dalam masyarakat.
(Bukan: Dalam kitab ini terdapat seruan untuk (memelihara) kesehatan setiap individu dalam masyarakat dan kebahagiaan mereka.)
5.   سيطر القوى البرجوازية الرأسمالية على الطبقات الشعبية واستغلالها
Diterjemahkanà Dominasi dan eksploitasi kelas borjuis kapitalis terhadap masyarakat kelas bawah.
(Bukan: Dominasi kelas borjuis kapitalis terhadap masyarakat kelas bawah dan eksploitasinya terhadap mareka.)
× (لابد أنْ - لابد من)، المثال:
1.   ولكن قبل الانتقال الى البحث لابد من قراءة نقدية في هذا الموضوع
Diterjemahkanà Tetapi sebelum beralih kepada pembahasan tersebut, seharusnyalah dilakukan pembacaan secara kritis terhadap tema ini.
2.   في مفهوم اعادة البناء الاجتماعي هناك انظمة وعادات وتقاليد لابد من تغييرها
Diterjemahkanà Dalam konsep rekonstruksi masyarakat, maka banyak tatanan, adat istiadat dan tradisi harus diubah.
3.   لابد أن نتخلص من أن نخجل من لغتنا وأنفسنا الإندونيسية
Diterjemahkanà Kita harus menjauhkan diri dari sikap malu terhadap bahasa dan diri kita sendiri sebagai bangsa Indonesia.
4.   لذلك كان لابد من المعالجة المنهجية الناضجة
Diterjemahkanà Demi tujuan tersebut, sangat diperlukan terapi metodologis yang matang.
5.   لذلك نرى أنه لابد من ثقافة عامة
Diterjemahkanà Oleh karena itu, kami melihat sangat diperlukannya 'general culture'.
× استعمال آخر لـ (مِنْ)، المثال:
1.   كان ظهور الرأسمالية التجارية ثم الرأسمالية الصناعية مِن نتائج عصر النهضة
Diterjemahkanà Munculnya kapitalisme perdagangan yang disusul kapitalisme industri merupakan salah satu buah masa kebangkitan (Eropa atau disebut masa pencerahan).
(Bukan: Munculnya Kapitalisme perdagangan yang di susul kapitalisme industri merupakan dari buah-buah masa kebangkitan atau dari buah-buah kebangkitan).
2.   إن المرض النفسى مِن أشد العوامل فى انتزاع سعادة الانسان وتدميرها بل وسعادة وأمن المحيطين به أيضا
Diterjemahkanà Penyakit psikologis merupakan salah satu factor terkuat bagi hilang dan hancurnya kebahagiaan manusia, bahkan kebahagiaan dan keamanan orang-orang di sekelilingnya.
(Bukan: Penyakit psikologis merupakan dari factor-faktor tekuat bagi hilang dan hancurnya kebahagiaan manusia, bahkan kebahagiaan dan keamanan orang-orang di sekelilingnya.)
3.   إن المرض العقلى مِن الأمراض العصريه الحديثة
Diterjemahkan à Stress merupakan salah satu penyakit kontemporer.
4.   إن الموضوع مِن اهتمامنا
Diterjemahkan à Tema tersebut merupakan salah satu fokus perhatian kami
5.   يكون من الأوليات المطلوبة اليوم اعادة ترتيب العقل المسلم
Diterjemahkanà Di antara prioritas yang mendesak saat ini adalah mensistematisasi kembali nalar islam.
6.   إن اعادة تحديد الشخصية المسلمة من القضايا التى يجب أن تتصرف إليها اليوم
Diterjemahkanà Upaya merumuskan kembali kepribadian (jati diri) Muslim merupakan salah satu persoalan yang harus memperoleh perhatian sekarang ini.
× استعمال (على)، المثال:
1. إن مفهوم الشورى على بساطته قد تجاوز الخطاب الديمقراطي لأن الديمقراطية مشاركة باالصوت والشورى مشاركة بالرأي
Diterjemahkanà Konsep Syura (musyawarah) betapapun sederhana sesungguhnya telah melampaui wacana demokrasi. Karena demokrasi (pada dasarnya) adalah partisipasi melalui pendapat.
(Bukan: Konsep Syura (musyawarah) atas sederhana sesungguhnya telah melampaui wacana demokrasi. Karena demokrasi (pada dasarnya) adalah partisipasi melalui pendapat.)
2.   إن الحياة العقلية والروحية على اختلاف مفهومهما فى طبيعتها ظاهرة فريدة
Diterjemahkanà Rasionalitas dan spiritualitas sekalipun memiliki konsep yang berbeda sesungguhnya merupakan fenomena yang tunggal.
(Bukan: Rasionalitas dan spiritualitas atas memiliki konsep yang berbeda sesungguhnya merupakan fenomena yang tunggal.)
× استعمال (كـَ)، المثال:
1.   وعلاقة الشرق مع الغرب يتراوح بين النظر إلية كمستعمر غاشم أو كوجود تاريخى أو كمعيار للتقدم
Diterjemahkanà Hubungan Timur dan Barat berkisar antara pandangan terhadap Barat sebagai imperialisme penindas, suatu eksistensi sejarah atau sebagai standar kemajuan.
(Bukan: Hubungan Timur dan Barat berkisar antara pandangan terhadap Barat seperti imperialisme penindas, suatu eksistensi sejarah atau seperti standar kemajuan.
2.   الجابري فى كتاباته العديدة يؤكد أهمية الثقافة كعنصور من عناصر أركان القومية
Diterjemahkanà Dalam berbagai tulisannya al-Jabiri menandaskan pentingnya culture sebagai salah satu elemen pokok Nasionalisme (Arab).
(Bukan: Dalam berbagai tulisannya al-Jabiri menandaskan pentingnya culture seperti salah satu elemen pokok Nasionalisme (Arab).)
3.   خطاب الحصري كمفكر للقومية العربية يعتبر فقرا تراثيا
Diterjemahkanà Wacana (Shatia) al-Husni sebagai penggagas Nasionalisme Arab dipandang miskin nuansa tradisi.
(Bukan: Wacana (Shatia) al-Husni seperti penggagas Nasionalisme Arab dipandang miskin nuansa tradisi.)
4.   إن إندونيسيا كشعب من شعوب العالم الثالث يعيش أغلب سكانها فى حالة فقر
Diterjemahkanà Sebagai salah satu Negara dunia ketiga, mayoritas penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan.
× ضمير الشأن، المثال:
1.   وجميع الاشارات تدل على أنه لايمكن الاستجابة لهذا التحدى بدون اعادة بناء الفكري الاجتماعي
Diterjemahkanà Seluruh bukti menunjukkan bahwa tidak mungkin menjawab tantangan ini tanpa melakukan rekonstruksi pemikiran kemasyarakatan.
(Bukan:  Seluruh bukti menunjukkan bahwa sesungguhnya ia tidak mungkin menjawab tantangan ini tanpa melakukan rekonstruksi pemikiran kemasyarakatan.)
2.   لذلك نرى أنه لابد من ثقافة عامة ونظرة شمولية
Diterjemahkanà Oleh karena itu, kami melihat sangat diperlukannya general culture dan pandangan yang menyeluruh.
(Bukan: Oleh karena itu, kami melihat bahwa sesungguhnya ia sangat diperlukannya general culture dan pandangan yang menyeluruh.)
3.   وإنه لمن المعلوم أن ميشيل عفلق مؤسس حزب البعث
Diterjemahkanà  Telah maklum bahwa Michel Aflaq adalah pendiri partai Ba'ath.
(Bukan: Sesungguhnya ia Telah maklum bahwa Michel Aflaq adalah pendiri partai Ba'ath.)
4.   إنه لابد أن يكون لنا راعي
Diterjemahkanà  Seharusnya kita memiliki pandangan (sendiri).
                        (Bukan: Sesungguhnya kita memiliki pandangan (sendiri).
× (ما) زائدة، المثال:
1.   إذا ما وقفنا للحظة واحدة بهذا الموضوع سنجد أنه واسع المعنى
Diterjemahkanà Apabila kita memperhatikan sejenak tema ini, maka kita akan melihat bahwa tema tersebut (ternyata) memiliki makna sangat luas.
2.   إذا ما قرأ المسلمون الكتابة ازداد وعيهم بضرورة مواجة الفكر الاستشراقى
Diterjemahkanà apabila umat Islam membaca tulisan tersebut niscaya kesadaran mereka akan pentingnya perlawanan terhadap pemikiran orientalis semakin meningkat.
× (غير أنّ – بيد أنّ)، المثال:
1. وقد كتب أستاذ السمرة إلى الحكومة عبر مجمع اللغة العربية الأرداني أكثر من مرة طالبين الحيلولة دون تسمية المحلات بالأسماء الأجنبية غير أن كتبه مزقت أو وضعت في الأدراج
Diterjemahkanà Profesor Samroh sungguh telah mengirim surat lebih dari satu kali kepada pemerintahnya melalui lembaga bahasa Arab Urdun yang meminta (pemerintah) tidak memberikan nama berbagai tempat dengan nama-nama bahasa asing. Namun surat-surat itu apabila tidak di sobek maka (hanya) di taruh di laci.
2.   وذلك سؤال مهم غير أنّ السؤال الأول الذي يخطر ببالى هو مايلي
Diterjemahkanà Hal itu merupakan pertanyaan penting namun pertanyaan pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah sebagai berikut.
3.   هناك دوافع وأسباب في ذلك بَيْدَ أنّ السبب الرنيسى هو سبب دينى
Diterjemahkanà Terdapat banyak factor dan sebab dalam hal itu. Hanya saja penyebab utama adalah factor keagamaan.
4. من الصعب تحديد تاريخ معين لبداية الاستشراق بَيْدَ أن بعض الباحثين يشير الى الغرب النصرانى كبدء وجود الاستشراق الرسمى
Diterjemahkanà tidak mudah menentukan waktu sesungguhnya dari awal kegiatan orientalisme. Hanya saja beberapa peneliti merujuk kepada Barat Nasrani sebagai awal mula keberadaan orientalisme resmi
DAFTAR BACAAN RELEVAN
1.       Nur Mufid dan Kaserun AS.Rahman, Buku Pintar Menerjemah Arab –Indonesia, Pustaka Progresif, Surabaya, 2007
2.       Dihyah Misqan, Malzamah fi al-tarjamah, PP.Darussalam Gontor, Ponorogo, tidak dipublikasikan.
3.       Rofi`i, Bimbingan Tarjamah Arab-Indonesia, Jilid 1-2, Persada Kemala, Jakarta, 2004

7 April 2012

Kumpulan Buku/Kitab untuk HP Java

Hi....sobat Pernak-Pernik Ilmu....!!!!!!!

Pernahkah kalian membawa buku/kitab kesana-kemari?
kalau pernah, mungkin kalian akan kelelahan karena harus membawa Buku/Kitab yang besar-besar..

Nah sekarang ane mau membuat kalian nyaman, karena tidak lagi membawa kitab yang besar untuk dibaca...bahkan kalian bisa belajar dimanapun kalian berada..

Okey langsung aje ya biar kalian tidak penasaran, berikut ini adalah Buku/kitab yang bisa kalian download. aplikasi ini sudah saya format ke bentuk Winrar dan gratis lagi, jadi kalian tinggal sedot aje lalu pindahkan ke HP kalian, tapi ingat... HPnya harus sesuai dengan Judul ini alias berbasis JAVA Lho...

KITAB/BUKU YANG BISA DI DOWNLOAD
Imriti

Alfiyah
Matan Jurumiyah
Bulughul Maram
Arbain Nawawi
Fiqih Takrib
Qur`an
Hukum Zakat
Canda Sufi
Tsalatsatul Ushul
Zubad
Fikih Prioritas 1
Fikih Prioritas 2
Fikih Prioritas 3
Safinatun Naja & Shalat
Shahih Bukhari Matan
Juz Amma
Kamus Ta`rifat
Kamus Indonesia-Arab
Adabuddunya Wa Diin
 

KITAB/BUKU YANG AKAN DATANG
I`anatut Thalibin 
Ihya` Ulumuddin
Ashihah Fil Lughat
Kamus Besar Bahasa Indoesia
Kamus English-Indonesia
Kitab Keluarga
Kitab Cowok
Kitab Cewek
Kutubul Fiqh
Nahjul Balaghah
Nahwu Sharraf
Tafsir Ibnu Katsir
Terjemah Tafsir Jalalain
Ulumul Qur`an
Ilmu Ghaib Islam Kejawen
 

Mungkin ini dulu yang dapat ane berikan Semoga Bermanfaat, untuk yg lainnya tunggu saja...ok

Selamat Mencoba

4 April 2012

CARA MEMPERCEPAT INTERNET | CARA MEMPERCEPAT KONEKSI INTERNET


Penggunaan internet saat ini memang sudah dapat dinikmati oleh banyak orang namun pada daerah-daerah tertentu akses internet seringkali dirasakan sangat lambat apalagi untuk daerah yang belum menggunakan akses internet broadband yang berbasis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat memberikan paket layanan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server)yang banyak disediakan oleh provider internet.
Bagi anda yang sering mengalami gangguan akses anda dapat mengunakan cara mempercepat koneksi Internet dengan tips trik sederhana berikut ini :

A. Menggubah setting bandwith Pada windows
Secara default OS windows membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth, anda dapat memaksimalkan jatah bandwith untuk PC atau laptop yang anda gunakan agar akses internet anda dapat maksimal dengan tips sederhana ini :
1. Klik Tombol Start pada windows
2. Klik Run dan Ketik gpedit.msc dan klik OK
3. Pilih Administrative Templates dan Klik Network
4. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
5. Pilih Limit Reservable Bandwidth dan ubah setting menjadi Enable
6. Ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0 Klik Apply > OK
7. keluar dan Restart komputer

B. Setting DNS menggunakan OpenDNS.
1. Buka Control Panel
2. Pilih icon Network Connection
3. Klik Kanan Local Area Connection pilih Properties atau Wireless Network Connection jika anda menggunakan wireless untuk koneksi
4. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Klik Properties
5. Klik Use Following DNS Server
6. Isi Preferred DNS Server dengan angka : 208.67.222.222
7. Isi Alternate DNS Server dengan angka : 208.67.220.220
8. Kemudian Klik OK

C. Mengatur Buffer pada windows :
1. Klik tombol Start dan pilih Menu “Run”
2. Ketik “system.ini”
3. Setelah Terbuka tambahkan dibawah baris terakhir
page buffer=100000kbps load=100000kbps download=100000kbps save=100000kbps back=100000kbps
5. Hasilnya akan tampak seperti berikut ini.
; for 16-bit app support
[drivers]
wave=mmdrv.dll
timer=timer.drv
[mci]
[driver32]
[386enh]
woafont=dosapp.FON
EGA80WOA.FON=EGA80WOA.FON
EGA40WOA.FON=EGA40WOA.FON
CGA80WOA.FON=CGA80WOA.FON
CGA40WOA.FON=CGA40WOA.FON
page buffer=100000kbps load=100000kbps download=100000kbps save=100000kbps back=100000kbps
6. Save dan exit lalu resstart komputer anda

1 Maret 2012

Asal Usul Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diselenggarakan oleh Muzaffar ibn Baktati, raja Mesir yang terkenal arif dan bijaksana. Sedangkan pencetus ide peringatan adalah panglima perangnya, Shalahuddin Yussuf Al-Ayubi (abad ke-6 M), sosok pemimpin pasukan Islam yang pernah mengalahkan pasukan Kristen dalam Perang Salib.
Shalahuddin juga merupakan panglima Islam di masa Khalifah Muiz Liddinillah dari dinasti Bani Fathimiyah di Mesir (berkuasa 365 H/975 M). Seperti disebutkan dalam Ensiklopedia Islam untuk Pelajar, ia kemudian juga gigih menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi dari tahun ke tahun di masanya.

Mengapa Shalahuddin merasa perlu mengadakan peringatan Maulid? Sang panglima berpendapat, ketika Perang Salib terjadi, motivasi umat Islam sangat menurun, sementara motivasi pasukan Salib (Kristen) meningkat. Hal ini tentu tidak kondusif bagi pasukan Islam, sehingga Shalahuddin merasa perlu membangkitkan kembali semangat umat Islam sebagaimana umat Kristen dengan perayaan Natal-nya. Maka sang panglima ini kemudian mengadakan peringatan hari lahir Muhammad SAW yang kemudian dikenal dengan sebutan Maulid Nabi.

Bila dalam peringatan Natal kaum Kristen dikisahkan tentang keagungan Yesus, maka dalam peringatan Maulid, Shalahuddin menggemakan kisah perang yang dilakukan Nabi SAW. Tapi belakangan, yang dibacakan pada acara peringatan Maulid tersebut berubah, bukan lagi kisah perang, melainkan kisah lahir dan hidup sang Nabi SAW. Kisah perang tampaknya dianggap tak lagi relevan lagi.
Kini, meskipun tak ada lagi perang fisik di kalangan umat Islam, peringatan Maulid Nabi tampaknya masih perlu dilakukan. Selain dimaksudkan untuk meneladani akhlak Muhammad SAW, peringatan Maulid juga diperuntukkan untuk perang yang lebih besar, yakni perang melawan hawa nafsu, kemungkaran, dan kemaksiatan. Krisis berkepanjangan bangsa Indonesia saat ini, antara lain disebabkan merajalelanya kemaksiatan, kemungkaran dan tidak adanya penegakan nilai-nilai moral. Hawa nafsu lebih mendominasi kehidupan umat manusia saat ini ketimbang moral.

Perang dalam bentuk non-fisik inilah yang dinilai lebih berat dari perang fisik. Apalagi di tengah perkembangan globalisasi saat ini, yang tak jarang memperlemah semangat keimanan umat Islam, maka peringatan Maulid Nabi SAW menjadi sangat penting. 

Hari ini tepatnya tanggal 26 Pebruari 2010 atau dalam tanggal hijriahnya 12 Rabiul Awal 1431 H adalah tepat hari libur untuk menghormati hari kelahirannya Nabi Muhammad SAW di Indonesia khususnya peringatan ini diberi nama Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.  Dalam agama Islam sebenarnya tidak ada peringatan secara khusus dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kenapa adanya peringatan ini ? tentunya ada asal muasalnya kenapa maulid nabi itu diperingati. Berikut adalah beberapa sumber yang didapatkan saya dalam penelusuran bagaimana asal-usul peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.


Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi --orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub --katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.


Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.


Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Dia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul 'Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.


Begitulah kurang lebih asal-usul peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini diikuti oleh hampir seluruh negara muslim dunia termasuk Indonesia. Sampai pada saatnya kita haruslah mengambil suatu hikmah dari peringatan ini. Jadikanlah peringatan ini sebagai momentum yang baik untuk berjuang semampu kita dalam menghadapi kerasnnya kehidupan ini. Berjuang untuk selalu istiqomah dalam menjalankan syariat Islam sebagai bekal kita dalam menghadapi hari akhir dan hari pembalasan.

Hikmah dibalik Memperingati Maulid Nabi Besar MUHAMMAD.S.A.W

       Setiap kali Rabi`ul Awwal menjelang, kita akan memperingati hari kelahiran Rasulullah s.a.w. Bagi pendakwah, kedatangan bulan Maulid Nabi ini adalah satu untuk kita memperbaharui keyakinan kita terhadap kesaksian bahawa Muhammad Rasulullah s.aw dan meningkatkan komitmen untuk menunaikan tanggungjawab dari keyakinan itu.
       Berikut adalah perkara-perkara yang perlu ditunaikan oleh setiap muslim khususnya para pendakwah yang berkaitan dengan keimanannya terhadap nabi Muhammad s.a.w;
1. Mencontohi beliau dalam semua perkara dengan berusaha untuk melakukan sunnah-sunnah beliau.
2. Menyebarkan sunnah Rasulullah s.a.w di kalangan manusia dan masyarakat. Ini dilakukan secara sempurna dengan penglibatan yang aktif dalam usaha dakwah. Usaha mengajak manusia untuk mengamalkan Islam berdasarkan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah s.a.w.
3. Mempertahankan sunnah Rasulullah s.a.w dari penyelewengan dan serangan mereka yang dengki terhadapnya. Ini juga tidak dapat dicapai kecuali dengan penglibatan dalam usaha dakwah. Bahkan lebih penting lagi ialah usaha dakwah yang kolektif.
4. Berkaitan dengan segala di atas, hendaklah ada dalam kehidupan kita masa untuk kita membaca dan mengkaji buku-buku hadits kerana tidak mungkin kita dapat melakukan sunnah Rasulullah s.a.w menyebar dan mempertahankannya jika tidak mengetahuinya. Tidak mungkin pula, kita dapat mengetahui sunnah Rasulullah s.a.w jika tidak mengkaji dan membacanya. Begitu juga dengan mengkaji sirah Rasulullah s.a.w bagi mendapat panduan dan untuk dijadikan bahan iktibar dalam usaha dakwah. Usaha ini seharusnya tidak terhenti dalam kehidupan kita kerana luasnya ilmu berkaitan hadits dan sirah Rasulullah s.a.w dan banyaknya buku yang ada sebagai bahan kajian. Usaha ini juga penting kerana ia akan membantu memperingatkan diri kita yang pelupa, memperbaharui kasih kita kepada Rasulullah s.a.w dan mempertingkatkan komitmen dalam usaha dakwah.
5. Hendaklah kita sentiasa berselawat ke atas Rasulullah s.a.w sebagai tanda kasih kita kepada beliau dan sebagai sebahagian dari zikir harian kita yang akan menyucikan dan menguatkan rohani kita. Bagi pendakwah, berselawat ke atas Rasulullah s.a.w setiap hari adalah sesuatu yang mesti. Bagi pendakwah, selawat adalah sesuatu yang seharusnya membasahi bibir dan mulut kita. Adalah malang jika dalam sehari selawat kita kepada Rasulullah s.a.w tidak melebihi dari jari yang kita miliki. Sedangkan ia adalah satu amal yang mudah. Ia boleh dilakukan hampir di mana sahaja dan pada bila-bila masa. Samada ketika memandu, dalam MRT, berehat sebentar dari tugas di pejabat dan sebagainya.
                                                                                                                                         

Hasil dari apa yang dinyatakan di atas, ialah rasa kerinduan yang amat sangat terhadap Rasulullah s.a.w dalam diri kita. Rindu untuk bertemu beliau, rindu untuk bersalam dan mengucup tangan beliau dan rindu untuk mendakap beliau. ibarat seorang yang merindui kekasihnya atau isterinya yang lama telah ditinggalkannya kerana bermusafir.

Bersedihlah kita hari ini, apabila hari-hari sebelum ini kita tidak pernah merasai kerinduan kepada Rasulullah s.a.w sedangkan kita sering merindui isteri, anak-anak atau kekasih.
Kerinduan inilah yang akan membentuk dorongan yang kuat untuk terus menjayakan perjuangan ini kerana kita memahami bahawa kerinduan ini tidak akan terubat kecuali dengan bertemu dengan Rasulullah s.a.w. Untuk bertemu dengan Rasulullah s.a.w, kita haruslah layak untuk memasuki syurga dan tidak mungkin, kita dapat memasuki syurga jika amal kita sedikit dan komitmen kita kepada perjuangan ini lemah.
Umat dahulu, kerana kerinduannya yang sangat kepada Rasulullah s.a.w telah mendorong mereka untuk terjun dalam medan jihad pertempuran kerana ingin cepat menjadi syuhada agar cepat pula bertemu dengan Rasulullah s.a.w.

 “Ya Allah! Sampaikan selawat dan salam kepada RasulMu, kekasih Kau dan kekasih kami. Sampaikanlah rasa kerinduan kami kepada beliau. Ubatilah kerinduan ini dengan satu pertemuan yang segera antara kami dan beliau dalam keadaan berdakapan.

Setelah Nabi sallAllahu wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

17 Februari 2012

CIRI-CIRI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah memiliki ciri-ciri khusus. Adapun ciri-ciri itu dapat dijelaskan sebagai berikut.

[1] Sumber pengambilannya bersih dan akurat. Hal ini karena aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah berdasarkan Kitab dan Sunnah serta Ijma' para Salafush Shalih, yang jauh dari keruhnya hawa nafsu dan syubhat.

[2] Ia adalah aqidah yang berlandaskan penyerahan total kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab aqidah ini adalah iman kepada sesuatu yang ghaib. Karena itu, beriman kepada yang ghaib merupakan sifat orang-orang mukmin yang paling agung, sehingga Allah memuji mereka : " Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya ; petunjuk bagi orang yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib". [Al-Baqarah : 2-3]. Hal itu karena akal tidak mampu mengetahui hal yang ghaib, juga tidak dapat berdiri sendiri dalam memahami syari'at, karena akal itu lemah dan terbatas. Sebagaimana pendengaran, penglihatan dan kekuatan manusia itu terbatas, demikian pula dengan akalnya. Maka beriman kepada yang ghaib dan menyerah sepenuhnya kepada Allah adalah sesuatu yang niscaya.

[3] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah aqidah yang sejalan dengan fithrah dan logika yang benar, bebas dari syahwat dan syubhat.

[4] Sanadnya bersambung kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sahabat, tabi'in dan para imam, baik dalam ucapan, perbuatan maupun keyakinan. Ciri ini banyak diakui oleh para penentangnya. Dan memang -Alhamdulillah- tidak ada suatu prinsip pun dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang tidak memiliki dasar Al-Qur'an dan As-Sunnah atau dari Salafus Shalih. Ini tentu berbeda dengan aqidah-aqidah bid'ah lainnya.

[5] Ia adalah aqidah yang mudah dan terang, seterang matahari di siang bolong. Tidak ada yang rancu, masih samar-samar maupun yang sulit. Semua lafazh-lafazh dan maknanya jelas, bisa dipahami oleh orang alim maupun awam, anak kecil maupun dewasa. Ia adalah aqidah yang berdasar kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sedangkan dalil-dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah laksana makanan yang bermanfaat bagi segenap manusia. Bahkan seperti air yang bermanfaat bagi bayi yang menyusu, anak-anak, orang kuat maupun lemah.

[6] Selamat dari kekacauan, kontradiksi dan kerancuan. Betapa tidak, ia adalah bersumber kepada wahyu yang tak mungkin datang kepadanya kebatilan, dari manapun datangnya. Dan kebenaran tidak mungkin kacau, rancu dan mengandung kontradiksi. Sebaliknya, sebagiannya membenarkan sebagian yang lain. Allah berfirman : "Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya" [An-Nisaa : 82]

[7] Mungkin di dalamnya terdapat sesuatu yang mengandung perdebatan, tetapi tidak mungkin mengandung sesuatu yang mustahil. Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah ada hal-hal yang di luar jangkauan akal, atau tidak mampu dipahami. Seperti seluruh masalah ghaib, adzab dan nikmat kubur, shirath, haudh (telaga), surga dan neraka, serta kaifiyah (penggambaran) sifat-sifat Allah. Akal manusia tidak mampu memahami atau mencapai berbagai persoalan di atas, tetapi tidak menganggapnya mustahil. Sebaliknya ia menyerah, patuh dan tunduk kepadanya. Sebab semuanya datang dari wahyu, yang tidak mungkin berdasarkan hawa nafsu.

[8] Ia adalah aqidah yang universal, lengkap dan sesuai dengan setiap zaman, tempat, keadaan dan umat. Bahkan kehidupan ini tidak akan lurus kecuali dengannya.

[9] Ia adalah aqidah yang stabil, tetap dan kekal. Ia tetap teguh menghadapi berbagai benturan yang terus menerus dilancarkan musuh-musuh Islam, baik dari Yahudi, Nashrani, Majusi maupun yang lainnya. Ia adalah akidah yang kekal hingga hari kiamat. Ia akan dijaga oleh Allah sepanjang generasi. Tak akan terjadi penyimpangan, penambahan, pengurangan atau penggantian. Betapa tidak, karena Allah-lah yang menjamin penjagaan dan kekalannya. Ia tidak menyerahkan penjagaan itu kepada seorangpun dari mahluk-Nya, Alah berfirman : "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan Kamilah yang akan menjaganya". [Al-Hijr : 9]

[10] Ia adalah sebab adanya pertolongan, kemenangan dan keteguhan. Hal itu karena ia adalah aqidah yang benar. Maka orang yang berpegang teguh kepadanya akan menang, berhasil dan ditolong. Hal itu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang membela kebenaran, yang tidak akan membahayakan mereka orang yang merendahkan mereka sampai datangnya keputusan Allah, dan mereka dalam keadaan demikian". [Hadits Riwayat Muslim 3/1524]. Maka barangsiapa mengambil aqidah tersebut, niscaya Allah akan memuliakannya dan barangsiapa meninggalkannya, niscaya Allah akan menghinakannya. Hal itu telah diketahui oleh setiap orang yang membaca sejarah. Sehingga, ketika umat Islam menjauhi agamanya, terjadilah apa yang terjadi, sebagaimana yang menimpa Andalusia (Spanyol) dan yang lain.

[11] Ia mengangkat derajat para pengikutnya. Barangsiapa memegang teguh aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, semakin mendalami ilmu tentangnya, mengamalkan segala konsekwensinya, serta mendakwahkannya kepada manusia, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya, meluaskan kemasyhuranya serta keutamaannya akan tersebar, baik sebagai pribadi maupun jama'ah. Hal itu karena akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah akidah terbaik yang sesuai dengan segenap hati dan sebaik-baik yang diketahui akal. Ia menghasilkan berbagai pengetahuan yang bermanfaat dan akhlak yang tinggi.

[12] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah kapal keselamatan. Maka barangsiapa berpegang teguh dengannya, niscaya akan selamat. Sebaliknya barangsiapa meninggalkannya, niscaya tenggelam dan binasa.

[13] Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah aqidah kasih sayang dan persatuan. Karena, tidaklah umat Islam itu bersatu dalam kalimat yang sama di berbagai masa dan tempat kecuali karena mereka berpegang teguh dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Sebaliknya, mereka akan berpecah belah dan saling berselisih pendapat jika menjauh darinya.

[14] Aqidah Ahlus Suannah wal Jama'ah adalah aqidah istimewa. Para pengikutnya adalah orang-orang istimewa, jalan mereka lurus dan tujuan-tujuannya jelas.

[15] Ia menjaga para pengikutnya dari bertindak tanpa petunjuk, mengacau dan sikap sia-sia. Manhaj mereka satu, prinsip mereka jelas, tetap dan tidak berubah. Karena itu para pengikutnya selamat dari mengikuti hawa nafsu, selamat dari bertindak tanpa petunjuk dalam soal wala' wal bara' (setia dan berlepas diri dari orang lain), kecintaan dan kebencian kepada orang lain. Sebaliknya, ia memberikan ukuran yang jelas, sehingga tidak akan keliru selamanya. Dengan demikian ia akan selamat dari perpecahan, bercerai berai dan kesia-siaan. Ia akan tahu kepada siapa harus membenci, dan mengetahui pula hak serta kewajibannya.

[16] Ia akan memberikan ketenangan jiwa dan pikiran kepada pengikutnya. Jiwa tidak akan gelisah, tidak akan ada kekacauan dalam pikirannya. Sebab akidah ini menghubungkan antara orang mukmin dengan Tuhannya. Ia akan rela Allah sebagai Tuhan, Pencipta, Hakim dan Pembuat Syari'at. Maka hatinya akan merasa aman dengan takdir-Nya, dadanya akan lapang atas ketentuan-ketentuan hukum-Nya, dan pikirannya akan jernih dengan mengetahui-Nya.

[17] Tujuan dan amal pengikut aqidah ini mejadi selamat. Yakni selamat dari penyimpangan dalam beribadah. Ia tidak akan menyembah selain Allah dan akan mengharapkan kepada selain-Nya.

[18] Ia akan mempengaruhi prilaku, akhlak dan mua'malah. Aqidah ini memerintahkan pengikutnya melakukan setiap kebaikan dan mencegah mereka melakukan setiap kejahatan. Ia memerintahkan keadilan dan berlaku lurus serta mencegah mereka dari kezhaliman dan penyimpangan.

[19] Ia mendorong setiap pengikutnya bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam segala sesuatu.

[20] Ia membangkitkan jiwa mukmin agar mengagungkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sebab ia mengetahui bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah haq, petunjuk dan rahmat, karena itu mereka mengagungkan dan berpegang teguh pada keduanya.

[21] Ia menjamin kehidupan yang mulia bagi pengikutnya. Di bawah naungan aqidah ini akan terwujud keamanan dan hidup mulia. Sebab ia tegak atas dasar iman kepada Allah dan kewajiban beribadah kepada-Nya, dan tidak kepada yang lain. Dan hal itu -dengan tidak diragukan lagi- menjadi sebab keamanan, kebaikan dan kebahagiaan dunia-akhirat. Keamanan adalah sesuatu yang mengiringi iman. Maka, barangsiapa kehilangan iman, ia akan kehilangan keamanan. Allah berfirman : "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk". [Al-An'am : 82]. Jadi orang-orang yang bertakwa dan beriman adalah mereka yang memiliki kemanan yang sempurna dan petunjuk yang sempurna pula, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, orang-orang musyrik dan pelaku maksiat adalah orang-orang yang selalu ketakutan. Mereka senantiasa diancam dengan berbagai siksaan di setiap saat.

[22] Aqidah ini menghimpun semua kebutuhan ruh, hati dan jasmani.

[23] Mengakui akal, tetapi membatasi perannya. Ia adalah aqidah yang menghormati akal yang lurus dan tidak mengingkari perannya. Jadi, Islam justru tidak rela jika seorang muslim memadamkan cahaya akalnya, lalu hanya bertaklid buta dalam persoalan aqidah dan lainnya. Meskipun begitu, peran akal tetaplah terbatas.

[24] Mengakui perasaan manusia dan membimbingnya pada jalan yang benar. Perasaan adalah sesuatu yang alami pada diri manusia dan tak seorangpun manusia yang tidak memilikinya. Aqidah ini adalah aqidah yang dinamis, tidak kaku dan beku, ia mengaku adanya perasaan manusia serta menghormatinya, tetapi bukan berarti ia mengumbarnya. Sebaliknya ia meluruskan dan membimbingnya sehingga menjadi sarana perbaikan dan pembangunan, tidak sebagai alat perusak dan penghancur.

[25] Ia menjamin untuk memberi jalan keluar setiap persoalan, baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan atau persoalan lainnya.

Dengan aqidah ini, Allah telah menyatukan hati umat Islam yang berpecah belah, hawa nafsu yang bercerai berai, mencukupkan setelah kemiskinan, mengajari ilmu setelah kebodohan, memberi penglihatan setelah buta, memberi makan dari kelaparan dan memberi mereka keamanan dari ketakutan.

Ahlus Sunnah Wa Jama'ah

Mafhum Ahlis Sunnah Wal Jama'ah Inda Ahlis Sunnah Wal Jama'ah oleh Syaikh Nasyir Al-Aql). Dalam tulisan ringkas ini tidak hendak dibahas makna-makna itu. Tetapi hendak menjelaskan istilah "As-Sunnah" atau "Ahlus Sunnah" menurut petunjuk yang sesuai dengan i'tiqad Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan : "..... Dari Abu Sufyan Ats-Tsauri ia berkata :

"Berbuat baiklah terhadap ahlus-sunnah karena mereka itu ghuraba"
(Diriwayatkan oleh Al-Lalika'i dalam "Syarhus-Sunnah" No. 49)

Yang dimaksud "As-Sunnah" menurut para Imam yaitu : "Thariqah (jalan hidup) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dimana beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat berada di atasnya. Yang selamat dari syubhat dan syahwat", oleh karena itu Al-Fudhail bin Iyadh mengatakan : "Ahlus Sunnah itu orang yang mengetahui apa yang masuk ke dalam perutnya dari (makanan) yang halal".
( lihat : Al-Lalika'i Syarhus Sunnah No. 51 dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah 8:1034).

Karena tanpa memakan yang haram termasuk salah satu perkara sunnah yang besar yang pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyallahu 'anhum. Kemudian dalam pemahaman kebanyakan Ulama Muta'akhirin dari kalangan Ahli Hadits dan lainnya. As-Sunnah itu ungkapan tentang apa yang selamat dari syubhat-syubhat dalam i'tiqad khususnya dalam masalah-masalah iman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir, begitu juga dalam masalah-masalah Qadar dan Fadhailush-Shahabah (keutamaan shahabat).

Para Ulama itu menyusun beberapa kitab dalam masalah ini dan mereka menamakan karya-karya mereka itu sebagai "As-Sunnah". Menamakan masalah ini dengan "As-Sunnah" karena pentingnya masalah ini dan orang yang menyalahi dalam hal ini berada di tepi kehancuran. Adapun Sunnah yang sempurna adalah thariqah yang selamat dari syubhat dan syahwat.
(Kasyful Karriyyah 19-20).

Ahlus Sunnah adalah mereka yang mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alahi wa sallam dan sunnah shahabatnya radhiyallahu 'anhum.

Al-Imam Ibnul Jauzi mengatakan : "..... Tidak diragukan bahwa Ahli Naqli dan Atsar pengikut atsar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan atsar para shahabatnya, mereka itu Ahlus Sunnah".
(Talbisul Iblis oleh Ibnul Jauzi hal.16 dan lihat Al-Fashlu oleh Ibnu Hazm 2:107).

Kata "Ahlus-Sunnah" mempunyai dua makna :

Mengikuti sunnah-sunnah dan atsar-atsar yang datangnya dari Rasulullah shallallu 'alaihi wa sallam dan para shahabat radhiyallahu 'anhum, menekuninya, memisahkan yang shahih dari yang cacat dan melaksanakan apa yang diwajibkan dari perkataan dan perbuatan dalam masalah aqidah dan ahkam.

Lebih khusus dari makna pertama, yaitu yang dijelaskan oleh sebagian ulama dimana mereka menamakan kitab mereka dengan nama As-Sunnah, seperti Abu Ashim, Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Imam Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, Al-Khalal dan lain-lain. Mereka maksudkan (As-Sunnah) itu i'tiqad shahih yang ditetapkan dengan nash dan ijma'.

Kedua makna itu menjelaskan kepada kita bahwa madzhab Ahlus Sunnah itu kelanjutan dari apa yang pernah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaih wa sallam dan para shahabat radhiyallahu 'anhum. Adapun penamaan Ahlus Sunnah adalah sesudah terjadinya fitnah ketika awal munculnya firqah-firqah.

Ibnu Sirin rahimahullah mengatakan : "Mereka (pada mulanya) tidak pernah menanyakan tentang sanad. Ketika terjadi fitnah (para ulama) mengatakan : Tunjukkan (nama-nama) perawimu kepada kami. Kemudian ia melihat kepada Ahlus Sunnah sehingga hadits mereka diambil. Dan melihat kepada Ahlul Bi'dah dan hadits mereka tidak diambil".
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam Muqaddimah kitab shahihnya hal.15).

Al-Imam Malik rahimahullah pernah ditanya : "Siapakah Ahlus Sunnah itu ? Ia menjawab : Ahlus Sunnah itu mereka yang tidak mempunyai laqab (julukan) yang sudah terkenal yakni bukan Jahmi, Qadari, dan bukan pula Rafidli".
(Al-Intiqa fi Fadlailits Tsalatsatil Aimmatil Fuqaha. hal.35 oleh Ibnu Abdil Barr).

Kemudian ketika Jahmiyah mempunyai kekuasaan dan negara, mereka menjadi sumber bencana bagi manusia, mereka mengajak untuk masuk ke aliran Jahmiyah dengan anjuran dan paksaan. Mereka menggangu, menyiksa dan bahkan membunuh orang yang tidak sependapat dengan mereka. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan Al-Imam Ahmad bin Hanbal untuk membela Ahlus Sunnah. Dimana beliau bersabar atas ujian dan bencana yang ditimpakan mereka.

Beliau membantah dan patahkan hujjah-hujjah mereka, kemudian beliau umumkan serta munculkan As-Sunnah dan beliau menghadang di hadapan Ahlul Bid'ah dan Ahlul Kalam. Sehingga, beliau diberi gelar Imam Ahlus Sunnah.

Dari keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa istilah Ahlus Sunnah terkenal di kalangan Ulama Mutaqaddimin (terdahulu) dengan istilah yang berlawanan dengan istilah Ahlul Ahwa' wal Bida' dari kelompok Rafidlah, Jahmiyah, Khawarij, Murji'ah dan lain-lain. Sedangkan Ahlus Sunnah tetap berpegang pada ushul (pokok) yang pernah diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan shahabat radhiyallahu 'anhum.

AHLUS SUNNAH WAL-JAMA'AH

Istilah yang digunakan untuk menamakan pengikut madzhab As-Salafus Shalih dalam i'tiqad ialah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Banyak hadits yang memerintahkan untuk berjama'ah dan melarang berfirqah-firqah dan keluar dari jama'ah.
(lihat : Wujubu Luzuumil Jama'ah wa Dzamit Tafarruq. hal. 115-117 oleh Jamal bin Ahmad Badi).

Para ulama berselisih tentang perintah berjama'ah ini dalam beberapa pendapat. (Al-I'tisham 2:260-265).

Jama'ah itu adalah As-Sawadul A'dzam (sekelompok manusia atau kelompok terbesar-pen) dari pemeluk Islam.

Para Imam Mujtahid

Para Shahabat Nabi radhiyallahu 'anhum.

Jama'ahnya kaum muslimin jika bersepakat atas sesuatu perkara.

Jama'ah kaum muslimin jika mengangkat seorang amir.

Pendapat-pendapat di atas kembali kepada dua makna :

Bahwa jama'ah adalah mereka yang bersepakat mengangkat seseorang amir (pemimpin) menurut tuntunan syara', maka wajib melazimi jama'ah ini dan haram menentang jama'ah ini dan amirnya.

Bahwa jama'ah yang Ahlus Sunnah melakukan i'tiba' dan meninggalkan ibtida' (bid'ah) adalah madzhab yang haq yang wajib diikuti dan dijalani menurut manhajnya. Ini adalah makna penafsiran jama'ah dengan Shahabat Ahlul Ilmi wal Hadits, Ijma' atau As-Sawadul A'dzam.
(Mauqif Ibni Taimiyah Minal Asya'irah 1 : 17).

Syaikhul Islam mengatakan : "Mereka (para ulama) menamakan Ahlul Jama'ah karena jama'ah itu adalah ijtima' (berkumpul) dan lawannya firqah. Meskipun lafadz jama'ah telah menjadi satu nama untuk orang-orang yang berkelompok. Sedangkan ijma' merupakan pokok ketiga yang menjadi sandaran ilmu dan dien. Dan mereka (para ulama) mengukur semua perkataan dan pebuatan manusia zhahir maupun bathin yang ada hubungannya dengan dien dengan ketiga pokok ini (Al-Qur'an, Sunnah dan Ijma'). (Majmu al-Fatawa 3:175).

Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mempunyai istilah yang sama dengan Ahlus Sunnah. Dan secara umum para ulama menggunakan istilah ini sebagai pembanding Ahlul Ahwa' wal Bida'. Contohnya : Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum mengatakan tentang tafsir firman Allah Ta'ala :

"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri dan adapula muka yang muram".
(Ali-Imran : 105).

"Adapun orang-orang yang mukanya putih berseri adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah sedangkan orang-orang yang mukanya hitam muram adalah Ahlul Ahwa' wa Dhalalah". (Diriwayatkan oleh Al-Lalika'i 1:72 dan Ibnu Baththah dalam Asy-Syarah wal Ibanah 137. As-Suyuthi menisbahkan kepada Al-Khatib dalam tarikhnya dan Ibni Abi Hatim dalam Ad-Durrul Mantsur 2:63).

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan : "Jika sampai (khabar) kepadamu tentang seseorang di arah timur ada pendukung sunnah dan yang lainnya di arah barat maka kirimkanlah salam kepadanya dan do'akanlah mereka. Alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jama'ah". (Diriwayatkan oleh Al-Lalika'i dalam Syarhus Sunnah 1:64 dan Ibnul Jauzi dalam Talbisul Iblis hal.9).

Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah firqah yang berada diantara firqah-firqah yang ada, seperti juga kaum muslimin berada di tengah-tengah milah-milah lain. Penisbatan kepadanya, penamaan dengannya dan penggunaan nama ini menunjukkan atas luasnya i'tiqad dan manhaj.

Nama Ahlus Sunnah merupakan perkara yang baik dan boleh serta telah digunakan oleh para Ulama Salaf. Diantara yang paling banyak menggunakan istilah ini ialah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

ASY'ARIYAH, MATURIDIYAH DAN ISTILAH AHLUS SUNNAH

Asy'ariyah dan Maturidhiyah banyak menggunakan istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah ini, dan di kalangan mereka kebanyakan mengatakan bahwa madzhab salaf "Ahlus Sunnah wa Jama'ah" adalah apa yang dikatakan oleh Abul Hasan Al-Asy'ari dan Abu Manshur Al-Maturidi. Sebagian dari mereka mengatakan Ahlus Sunnah wal Jama'ah itu As'ariyah, Maturidiyah dan Madzhab Salaf.

Az-Zubaidi mengatakan : "Jika dikatakan Ahlus Sunnah, maka yang dimaksud dengan mereka itu adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah". (Ittihafus Sadatil Muttaqin 2:6).

Penulis Ar-Raudhatul Bahiyyah mengatakan : "Ketahuilah bahwa pokok semua aqaid Ahlus Sunnah wal Jama'ah atas dasar ucapan dua kutub, yakni Abul Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi".
( Ar-Raudlatul Bahiyyah oleh Abi Udibah hal.3).

Al-Ayji mengatakan : "Adapun Al-Firqotun Najiyah yang terpilih adalah orang-orang yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata tentang mereka : "Mereka itu adalah orang-orang yang berada di atas apa yang Aku dan para shahabatku berada diatasnya". Mereka itu adalah Asy'ariyah dan Salaf dari kalangan Ahli Hadits dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah". (Al-Mawaqif hal. 429).

Hasan Ayyub mengatakan : "Ahlus Sunnah adalah Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansyur Al-Maturidi dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka berdua. Mereka berjalan di atas petunjuk Salafus Shalih dalam memahami aqaid".
(lihat : Tabsithul Aqaidil Islamiyah, hal. 299 At-Tabshut fi Ushulid Din, hal. 153, At-Tamhid oleh An-nasafi hal.2, Al-Farqu Bainal Firaq, hal. 323, I'tiqadat Firaqil Muslimin idal Musyrikin, hal. 150).

Pada umumnya mereka mengatakan aqidah Asy'ariyah dan Maturidiyah berdasarkan madzhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Disini tidak bermaksud mempermasalahkan pengakuan bathil ini. Tetapi hendak menyebutkan dua kesimpulan dalam masalah ini.

Bahwa pemakaian istilah ini oleh pengikut Asy'ariyah dan Maturidiyah dan orang-orang yang terpengaruh oleh mereka sedikitpun tidak dapat merubah hakikat kebid'ahan dan kesesatan mereka dari Manhaj Salafus Shalih dalam banyak sebab.

Bahwa penggunaan mereka terhadap istilah ini tidak menghalangi kita untuk menggunakan dan menamakan diri dengan istilah ini menurut syar'i dan yang digunakan oleh para Ulama Salaf. Tidak ada aib dan cercaan bagi yang menggunakan istilah ini. Sedangkan yang diaibkan adalah jika bertentangan dengan i'tiqad dan madzhab Salafus Shalih dalam pokok (ushul) apapun.

10 Februari 2012

Manfaat Buah Sirsak / Sirsat Sebagai Obat Kanker, DLL


Pernahkah Sahabat2 berfikir kalau Buah/Daun Sirsak Bermanfaat buat kesehatan kita????
buah ini banyak kita jumpai di rumah-rumah teman, kerabat bahkan dirumah kita sendiri, tapi buah sirsak itu hanya  kebutuhan konsumtif saja, tak pernah berfikir bahkan mencari tahu apa saja kandungan dari buah/daun Sirsak.

Baiklah dari pada kalian banyak mikir, saya akan kasih tahu kandungan dan manfaat Buah/Daun Sirsak bagi tubuh kita

eeehh shobat...penelitian ini bukan saya lho yang meneliti, tapi saya dapatkan dari buku...gak apa-apa ya??? yang penting kita bisa bagi pengalaman  siapa tahu ini dapat bermanfaat!!!! ya kan???

Berikut uraian kandungan gizi dan kegunaan buah, bunga dan biji  sirsak / sirsat untuk kesehatan terutama untuk pengobatan kanker, ambeien, sakit liver, bisul, eksim, rematik, sakit pinggang, dll

Nama Umum : Buah sirsak / sirsat
Nama Latin :  Annona muricata L

Nama lain : Soursop (Inggris), Corossol atau Anone (Perancis), Zuurzak (Belanda)  guanábana (Spanish), graviola (Portuguese), Brazilian Paw Paw, Corossolier, Guanavana, Toge-Banreisi, Durian benggala, Nangka blanda, and Nangka londa. Kandungan Gizi  buah sirsak adalah sbb: Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).

Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.

Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:
1.      Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
2.      Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3.      Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
4.      Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
5.      Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
6.      Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.

Resep Pengobatan Tradisional Dengan Sirsak Sbb
1.      Pengobatan Kanker
10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
2.      Sakit Pinggang.
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
3.      Bayi Mencret.
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
4.      Ambeien.
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
5.      Bisul.
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.
6.      Anyang-anyangen
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
7.      Sakit Kandung Air Seni.
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
8.      Penyakit Liver. 
Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama 1 minggu
9.      Eksim dan Rematik. 
Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit

Khasiat Sirsak 10.000X Lebih Kuat dari Kemoterapi Kanker

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya:
ü  Kanker Usus Besar
ü  Kanker Payu Dara
ü  Kanker Prostat
ü  Kanker Paru-paru
ü  Kanker Pankreas.  

Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat anti kanker di dalam tanaman sirsak adalah 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel-sel sehat
Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.
Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik.
Sejak 1976, graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yang berbeda dan dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah: graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh atau terganggu.
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.
Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:
ü  Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
ü  Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
ü  Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
ü  Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
ü  Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
ü  Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.
Kisah lengkap tentang graviola, di mana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai bonus terbitan Health Sciences Institute (http://www.ewellnesspro.com/pdf_files/Beyond%20Chemotherapy.pdf ).
Buah Sirsak Untuk Mencegah Kanker

Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi secara teratur buah sirsak baik dengan cara dimakan langsung atau dalam bentuk jus buah.
Daun Sirsak Untuk Penyembuhan Kanker
Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air (600cc) dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas (200cc) saja. Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Efek meminum ramuan daun sirsak adalah perut akan terasa hangat/panas dan badan berkeringat deras.
Obat herbal yang berasal dari daun sirsak ini bukanlah obat instan, pasien memerlukan waktu 3 sampai 4 minggu dengan meminumnya secara rutin untuk dapat merasakan manfaat penyembuhannya.